Berdonor Darah itu AMAN

Donor Darah Aman

Gerai Donor Darah Setiap hari:

HariSetiap Hari
Tanggal
Waktu09:30 - 14:00 Wita
TempatMarkas PMI Provinsi Bali
Kapasitas20 Pendonor

DONOR SEKARANG

“Tahukah Anda? Bila kita berdonor darah secara rutin maka sel darah pendonor akan mengalami regenerasi lebih cepat, selalu baru dan segar. Pastinya ini baik untuk tubuh.”
(dr. Robby Nur Aditya, Unit Donor Darah Pusat PMI)

“Darah berkoresponden untuk berbagi cinta dari dunia luar dan diri sendiri. Jadi bisa dibayangkan, kalau kita mendonorkan darah sama saja dengan juga membagikan cinta ke dunia luar.”
(Dr. Riani Susanto, ND., C.T.)

Anda bisa membagi cinta, menjaga kesehatan, sekaligus beribadah melalui donor darah.

Ayo donor darah!

Alur Donor Darah

Mengambil formulir pendaftaran donor

Membaca pesan donor dan mengisi formulir donor yang berisi tentang pertanyaan riwayat medis (inform consent) dan identitas donor

Menandatangani formulir pendaftaran

Pemeriksaan pendahuluan yaitu penimbangan berat badan, pemeriksaan Hb, dan golongan darah

Pemeriksaan dokter termasuk wawancara dan pemeriksaan tekanan darah

Pengambilan darah dan sample darah

Apa saja syarat Donor Darah

Usia

Usia 17-60 tahun (usia 17 tahun boleh menjadi donor bila mendapat izin tertulis dari orangtua)

Berat Badan & Suhu

Berat badan minimal 45 kg.
Temperatur tubuh 36,6 – 37,5 derajat Celcius

Tekanan Darah & Nadi

Sistole = 110-160 mmHg, diastole = 70-100 mmHg
Denyut nadi teratur yaitu sekitar 50-100 kali/menit

Hemoglobin

Hemoglobin perempuan minimal 12 gram, sedangkan untuk laki-laki minimal 12,5 gram

Penyumbangan

Jumlah penyumbangan per tahun : 5 kali dengan jarak penyumbangan sekurang-kurangnya 2 bulan

Seseorang tidak dapat mendonorkan darah apabila:

  • Pernah menderita Hepatitis B
  • Dalam jangka waktu 6 bulan sesudah kontak erat dengan penderita hepatitis
  • Dalam jangka waktu 6 bulan sesudah mendapat transfusi
  • Dalam jangka waktu 6 bulan sesudah tato/tindik telinga
  • Dalam jangka waktu 72 jam sesudah operasi gigi
  • Dalam jangka waktu 6 bulan sesudah operasi kecil
  • Dalam jangka waktu 12 bulan sesudah operasi kecil
  • Dalam jangka waktu 24 jam sesudah vaksinasi polio, influenza, kolera, stetanus dipteria atau profilaksis
  • Dalam jangka waktu 2 minggu sesudah vaksinasi virus hidup parotitis epidemica, measles dan tetanus toxin
  • Dalam jangka waktu 1 tahun sesudah injeksi terakhir imunisasi rabies therapeutic
  • Dalam jangka waktu 1 minggu sesudah gejala alergi menghilang
  • Dalam jangka waktu 1 tahun sesudah transplantasi kulit
  • Sedang hamil dan dalam jangka waktu 6 bulan sesudah persalinan
  • Sedang menyusui
  • Ketergantungan obat
  • Alkoholisme akut dan kronis
  • Mengidap Sifilis
  • Menderita Tuberkulosis secara klinis
  • Menderita epilepsi dan sering kejang
  • Menderita penyakit kulit pada vena (pembuluh darah balik) yang akan ditusuk
  • Mempunyai kecenderungan perdarahan atau penyakit darah, misalnya thalasemia
  • Seseorang yang termasuk kelompok masyarakat yang berisiko tinggi mendapatkan HIV dan AIDS (homoseks, morfinis, berganti-ganti pasangan seks dan pemakai jarum suntik tidak steril)
  • Pengidap HIV dan AIDS menurut hasil pemeriksaan saat donor darah

Manfaat Donor Darah

  • Tingginya kadar zat besi dalam darah akan membuat seseorang menjadi lebih rentan terhadap penyakit jantung. Zat besi yang berlebihan di dalam darah bisa menyebabkan oksidasi kolesterol. Produk oksidasi tersebut akan menumpuk pada dinding arteri dan ini sama dengan memperbesar peluang terkena serangan jantung dan stroke. Saat kita rutin mendonorkan darah maka jumlah zat besi dalam darah bisa lebih stabil. Ini artinya menurunkan risiko penyakit jantung.

  • Donor darah juga akan membantu tubuh mengurangi jumlah sel darah merah dalam darah. Tak perlu panik dengan berkurangnya sel darah merah, karena sumsum tulang belakang akan segera mengisi ulang sel darah merah yang telah hilang. Hasilnya, sebagai pendonor kita akan mendapatkan pasokan darah baru setiap kali kita mendonorkan darah. Oleh karena itu, donor darah menjadi langkah yang baik untuk menstimulasi pembuatan darah baru.

  • Menjadi donor darah adalah salah satu metode diet dan pembakaran kalori yang ampuh. Sebab dengan memberikan sekitar 450 ml darah, akan membantu proses pembakaran kalori kira-kira 650. Itu adalah jumlah kalori yang banyak untuk membuat pinggang kita ramping.

  • Menyumbangkan hal yang tidak ternilai harganya kepada yang membutuhkan akan membuat kita merasakan kepuasan psikologis. Sebuah penelitian menemukan, orang usia lanjut yang rutin menjadi pendonor darah akan merasakan tetap berenergi dan bugar.

  • Setiap kali kita ingin mendonorkan darah, prosedur standarnya adalah darah kita akan diperiksa dari berbagai macam penyakit seperti HIV, hepatitis B, hepatitis C, sifilis, dan malaria. Bagi yang menerima donor darah, ini adalah informasi penting untuk mengantisipasi penularan penyakit melalui transfusi darah. Sedangkan untuk kita, ini adalah "rambu peringatan" yang baik agar kita lebih perhatian terhadap kondisi kesehatan kita sendiri.

Mari jadikan Donor Darah sebagai gaya hidup sehat

Darah yang aman selamatkan Jiwa

Hubungi kami

UNIT DONOR DARAH
PMI PROVINSI BALI

udd@pmibali.or.id

+62 361 227224